HIKMAH BERQURBAN YANG KITA LUPAKAN

Hikmah Berqurban Yang Kita Lupakan
 Ismail Fazri Siregar
Seringkali kita menganggap bahwa ibadah Qurban sebatas menyembelih Kambing atau Sapi kemudian dibagikan kepada Masyarakat. Dengan harapan mendapat pahala dari Yang Maha Kuasa. Menurut riwayat, kelak hewan qurban yang kita sembelih akan menjadi kenderaan kit dikehidupan ahir.
Dari berbagai dalil yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadist dinyatakan bahwa ibadah ini memang memunyai keutamaannya sendiri, bahkan ibadah yang satu ini memang telah dimulai sejak masa Nabi Adam AS, walaun memang yang masyhur bahwa ibadah yang satu ini dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Sebegitu agungnya ibadah ini, banyak diantara orang-orang menjadikan ibadah ini menjadi unsure prestise, Seperti calon Kepala Daerah atau calon Anggota Dewan yang hendak dipilih. Mereka biasanya akan memberikakn hewan kurban ke daerah-daerah yang diangga sebagai lumbung suara mereka.
Untuk masyarakat umum, seringkali hewan yang bakan disembelih disbanding-bandingkan dengan hewan qurban milik orang lain. Atau harga hewan Qurban dianggap kemahalan, padahal hewan yang mau disembelih itu kecil dsb.
Namun, pernahkah kita merenungkan hikmah  yang besar dibalik ibadah Qurban untuk kehidupan kita di dunia ini? Baiklah, tanpa memperbanjang Mukoddimah (yang memang sudah kepanjangan) masuklah kita pada permasalahan dari artikel ini.
Ibadah Qurban adalah ibadah yang tidak terlepas daripada Unsur Musyawarah. Lihatlah betapa mengagumkan cara musyawarah yang ditempuh oleh Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail mendapati perintah Allah dalam berqurban. Begitu juga dengan Nabi adam yang bermusyawarah dengan kedua anaknya Habil dan Qabil dalam urusan menikahi ikrimah.
Dalam perkara ini, satu hal yang mesti kita petik dari kelahiran ibadah Qurban adalah Musyawarah, karna Allah SWT akan memberikan jalan keluar bagi mereka yang mau bermusyawarah dan berqurban.
Artikel ini di tulis bukanlah untuk mengajari, tetai untuk berbagi mengenai hikmahnya bagi kita khusunya di dunia ini. Mari sejenak kita renungkan kehidupan kita dinegara Indonesia yang kita cintai ini.
Demikian dulu postingan sederhana ini kelak kita bahas mengenai tatacara musyawarah dalam islam.

Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar