Ingin Membangun Keluarga Sukses? Mau tipsnya?


            Setelah mendapatkan pasangan hidup, apa yang ingin anda dapatkan selanjutnya? Tentu saja adalah kesuksesan dalam menjalankan bahtera rumah tangga tersebut, setuju?
            Mari ngerumpi mengenai keluarga. Maukan saya tunjukan beberapa tips yang sudah terasa manfaatnya untuk membangun sebuah keluarga kecil dan yang paling terasa manfaatnya adalah ketika keluarga kita bisa selamat dari mara bahaya.
            Tanpa panjang lebar ini dia tips yang saya terapkan (berdasarkan) mudah-mudahan bermanfaat ya! 

.Biasakan berfikiran positif
Pernikahan adalah menyatukan dua insan beserta keluarganya, bukan hanya orangnya tapi seluruh tetek-bengeknya apakah yang baik atau yang buruk. Semuanya disatukan. Hal inilah yang jarang difahami oleh anak muda yang dimabuk asmara dalam masa-masa pacaran.
Sebelum menikah, istilah kerennya ‘pacaran’, calon pasangan kita adalah orang yang manis terhadap kita. Setuju?  Sehingga masa pacaran itu seolah-olah memberitahu bahwa jenjang pernikahan akan lebih indah lagi dibandingkan dengan berpacaran, karena diantara kedua belah fihak sudah disatukan secara sah.
Pepatah mengatakan  “kepala sama hitam, tapi isinya berbeda”. Si pacar yang manis sewaktu pacaran sudah mulai hambar rasanya berganti dengan perasaan jengkel nggak kari-karuan.
Seorang istri yang diharapkan adalah istri yang baik dan suami yang diharapkan adalah suami yang bertanggung jawab. Harapan itu seolah-olah musnah ditelan bumi.
Kira-kira penyebabnya apa yah?
Banyak orang mengatakan. ‘menikah itu enaknya satu-dua bulan’  lho itu kan masa-masa bulan madu fikirku dalam hati. Penyebabnya adalah mulainya terjadi kesalah fahaman diantara suami-istri tersebut pada bulan berikutnya. Mulailah terjadi pertengkaran kecil.
Solusinya?
Mencoba saling memahami, saling membantu. Kalau ada masalah ambil hikmahnya sehingga pasangan ini bisa membiasakan berfikiran positif.
Mencari nafkah dengan sungguh-sungguh
Apapun yang kita inginkan harus kita cari dengan sungguh-sungguh supaya hasil yang kita dapat bisa maksimal.tidak terkecuali nafkah diatas tempat tidur…heheheh.
Dalam hal ini, cara yang paling ampuh yang bisa kita terapkan adalah dengan bermusyawarah dengan pasangan kita.
Hal ini akan terasa sangat berbeda apabila kita mencari nafkah sesuka hati kita. Apabila nafkah yang dicari itu memerlukan kerja sama kedua belah fihak.
Setelah usaha dilakukan jangan lupa berdo’a yah! Karna hasilnya bergantung kepada keputusan Yang Maha Kuasa.

Kerjakan pekerjaan Sahabat satu persatu
Banyak hal yang ingin kita raih tapi rasanya tidak mungkin untuk kita raih semuanya dalam waktu yang bersamaan. Hal ini membutuhkan pertimbangan yang matang.
Kita perlu memutuskan mana yang harus didahulukan.
Fokus pada tujuan
Focus pada tujuan adalah hal yang sangat penting dalam merai keberhasilan berrumah tangga sehingga kita bisa serius dalam mengerjakan bidang pekerjaan tersebut.
Kesabaran dan keuletan adalah faktor penentu dalam hal ini harena kesabaran akan setia menemani kita sampai kepada tujuan yang akan kita raih.

Hargai waktu
Orang yang menghargai dirinya adalah orang yang menghargai waktunya, setuju? Waktu adalah tempat kita bisa melaksanakan segala hal yang bermanfaat bagi kehidupan kita. Gunakanlah waktu yang kita miliki sebaik-baiknya agar ia memberikan manfaat yang sebaik-baiknya pula bagi kita.
Semakin baik kita menghargai waktu tentunya semakin baik pula waktu menghargai kita.
Pusatkan perhatian Sahabat pada hal-hal yang penting
Sebaiknya kita memberikan kategori kepada permasalahan-permasalahn yang ada. Karena tidak semua permasalahan memerlukan penangan segera.
Ada permasalahan yang bisa di tunda. Ada yang sebaiknya dilaksanakan segera dan ada permasalahan yang harus diselesaikan secepatnya.
Berilah perhatian yang lebih kepada masalah-masalah yang penting agar semua pekerjaan yang sobat hadapi bisa diselesaikan dengan baik.
Berbaik hatilah kepada sesama
Semua orang senang terhadap orang baik dan semua orang benci terhadap orang jahat. Semua pada paham yah. Tapi melaksanakannya kadanga-kadang sulit. Jadi berbuat baiklah walau hanya sekedar senyum terhadap pasangan kita, anak-anak kita dan kepada keluarga besar kita. 
kelak kita akan mendapatkan buah dari keadaan yang tercipta dari perbuatan  berbaik hati



Rumahku adalah Sorgaku. Keluargaku adalah Jiwaku: HIKMAH BERQURBAN YANG KITA LUPAKAN

Rumahku adalah Sorgaku. Keluargaku adalah Jiwaku: HIKMAH BERQURBAN YANG KITA LUPAKAN

HIKMAH BERQURBAN YANG KITA LUPAKAN

Hikmah Berqurban Yang Kita Lupakan
 Ismail Fazri Siregar
Seringkali kita menganggap bahwa ibadah Qurban sebatas menyembelih Kambing atau Sapi kemudian dibagikan kepada Masyarakat. Dengan harapan mendapat pahala dari Yang Maha Kuasa. Menurut riwayat, kelak hewan qurban yang kita sembelih akan menjadi kenderaan kit dikehidupan ahir.
Dari berbagai dalil yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadist dinyatakan bahwa ibadah ini memang memunyai keutamaannya sendiri, bahkan ibadah yang satu ini memang telah dimulai sejak masa Nabi Adam AS, walaun memang yang masyhur bahwa ibadah yang satu ini dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Sebegitu agungnya ibadah ini, banyak diantara orang-orang menjadikan ibadah ini menjadi unsure prestise, Seperti calon Kepala Daerah atau calon Anggota Dewan yang hendak dipilih. Mereka biasanya akan memberikakn hewan kurban ke daerah-daerah yang diangga sebagai lumbung suara mereka.
Untuk masyarakat umum, seringkali hewan yang bakan disembelih disbanding-bandingkan dengan hewan qurban milik orang lain. Atau harga hewan Qurban dianggap kemahalan, padahal hewan yang mau disembelih itu kecil dsb.
Namun, pernahkah kita merenungkan hikmah  yang besar dibalik ibadah Qurban untuk kehidupan kita di dunia ini? Baiklah, tanpa memperbanjang Mukoddimah (yang memang sudah kepanjangan) masuklah kita pada permasalahan dari artikel ini.
Ibadah Qurban adalah ibadah yang tidak terlepas daripada Unsur Musyawarah. Lihatlah betapa mengagumkan cara musyawarah yang ditempuh oleh Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail mendapati perintah Allah dalam berqurban. Begitu juga dengan Nabi adam yang bermusyawarah dengan kedua anaknya Habil dan Qabil dalam urusan menikahi ikrimah.
Dalam perkara ini, satu hal yang mesti kita petik dari kelahiran ibadah Qurban adalah Musyawarah, karna Allah SWT akan memberikan jalan keluar bagi mereka yang mau bermusyawarah dan berqurban.
Artikel ini di tulis bukanlah untuk mengajari, tetai untuk berbagi mengenai hikmahnya bagi kita khusunya di dunia ini. Mari sejenak kita renungkan kehidupan kita dinegara Indonesia yang kita cintai ini.
Demikian dulu postingan sederhana ini kelak kita bahas mengenai tatacara musyawarah dalam islam.

Wassalam.

Kiat Menjaga Hubungan Baik Dengan Parav Mertua

Kiat Menjaga Hubungan Baik dengan Para Mertua

Ismail Fazri Siregar


Banyak diantara pasangan muda yang menganggap bahwa mereka telah mengenal satu sama lain selama menjalani proses pacaran atau juga taaruf. Memang, selama proses taaruf dan pacaran tentu terjalin silaturrahmi yang melibatkan emosi sehingga terlihat sifat masing-masing. Tetapi jujur saja bahwa selama pacaran kejelekan dan keburukan masing-masing seringkali ditutupi dengan baik.
Keadaan ini pada ahirnya menjadikan pasangan muda ini kebingungan di awal masa pernikahan dan akan menjadikan hal ini sebagai ganjalan dalam berinteraksi dengan keluarga besar karena suami atau istri akan dibela oleh keluarga masing-masing.
Untuk itulah banyak orang menyarankan agar pasangan muda hidup terpisah dari orang tua atau memiliki rumah sendiri.
Suratan tangan yang berbeda-beda
tidak semua pasangan dapat mewujudkan kondisi ideal seperti ini. Karena faktor tertentu seringkali memaksa pasangan muda untuk tinggal bersama orang tua seperti kondisi keuangan,  keadaan keluarga dan kesehatan orang tua salah satu pasangan, ataupun situasi lainnya kadang-kadang mengharuskan mereka hidup bersama dengan orang tua setelah memasuki bahtera rumah tangga.
Tinggal bersama orang tua memiliki tantangan tersendiri bagi pasangan muda. Dikarenakan pola fikir yang berbeda antara yang muda dengan orang tua. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Seperti latar belakang pendidikan, adat, keadaan ekonomi dll.

Hal inilah yang menyebabkan upaya membangun hubungan yang baik dengan mereka kadang-kadang menjadi tantangan yang sulit dalam kehidupan pernikahan.Hubungan antara menantu perempuan dengan orang tua suaminya atau sebaliknya antara menantu laki-laki dengan orang tua istrinya perlu disikapi secara benar
Adanya campurtangan orang tua
Campurtangan orang tua dari salah satu pihak adalah hal yang paling sering dianggap sebagai penyebab ketidak harmonisan hubungan bagi pasangan muda. Meskipun Anda tidak tinggal serumah dengan  orang tua pasangan Anda, ketegangan hubungan semacam ini dapat Anda alami.
Hal ini dapat dipahami sebagai bentuk rasa kasih saying mereka terhadap pasangan kita. Karena mereka telah membangun ikatan emosional terhadap anaknya yang sekarang menjadi pasangan kita.
Tanpa memandang keadaan maupun penyebabnya, kita dapat membangun sikap yang benar agar hubungan kita dengan orang tua pasangan kita tetap terpelihara dengan baik. Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat Anda terapkan:
Menghormati orang tua
Serumit apapun masalah yang tengah kita hadapi dalam hubungan dengan mertua, tetaplah menunjukkan rasa hormat kita terhadap mereka jangan sampai tindakan kita menimbulkan kesan yang tidak sopan. Tunjukkanlah sikap yang penuh rasa hormat kepada orang tua pasangan Anda. Beri perhatian dan perlakukanlah mereka layaknya orang tua kita sendiri. Jagalah sikap dan pembawaan kita agar tidak menimbulkan kesan yang kurang baik dalam pandangan mereka terhadap Anda.
Kalau kita gagal dalam hal ini maka lama kelamaan kita akan dianggap sebagai menantu yang kurang ajar dan akan terkucilkan dalam pergaulan keluarga besar pasangan kita.
Lapang dada
Tentu banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita dilingkuangan keluarga pasangan, hal ini bertambah sulit ketika kita harus serumah dengan mertua. Serasa dunia ini semakin sempit saja, jalan terbaik cobalah menerima dengan lapang dada hal-hal yang kurang berkenan di hati Anda.
Beberapa hal bisa jadi mengakibatkan kita merasa tidak nyaman,  namun pahamilah bahwa ketidaknyamanan tersebut terjadi secara wajar dikarenakan perbedaan kultur rumah tangga antara keluarga Anda dan keluarga pasangan Anda.  Anda perlu melakukan sedikit penyesuaian.
Dalam hal ini pengaruh dari pengalaman mertua dalam menjalani kehidupan nampaknya sangat dominan. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan zaman yang dilalui sehingga seringkali para orang tua kelihatannya memaksakan kehendaknya kepada menantu dan anak mereka sendiri.sehingga para mertua terkesan memaksakan kehendak mereka. Disinilah sikap lapang dada sangat diperlukan.
Untuk hal yang berkenaan dengan anak-anak, milikilah pemahaman bahwa kakek dan nenek biasanya ingin menunjukkan kasih saying dan perhatian yang lebih besar kepada cucu-cucu mereka dengan cara memanjakan mereka. Biarkanlah anak-anak Anda memiliki kedekatan dengan kakek-nenek mereka. Jangan menjauhkan mereka.
Kesan yang baik
Orang tua yang baik telah mengorbankan banyak hal bagi anak-anak mereka tidak terkecuali pasangan kita. Mulai dari melahirkan, membesarkan, mendidik sejak kecil sampai dewasa. Pengorbanan materi dan non materi demi kesejahteraan si anak. Hal itulah bukti betapa mereka –mertua- kita sangat mencintai anak mereka yakni pasangan kita.
kasih sayang semacam ini menumbuhkan rasa peduli dan memiliki.  Sehingga tibullah emosi-emosi terselubung mertua terhadap anaknya. Emosi semacam itu dapat berupa rasa kehilangan perhatian atau kekhawatiran lain ketika sekarang ada orang lain yang telahmenjadi pusat perhatian dalam kehidupan anak mereka yaitu keluarga barunya, Anda dan anak-anak  Anda.
Bila Anda adalah menantu pria, tunjukkanlah bahwa Anda adalah seorang suami yang baik, bertanggung jawab, serta dapat diandalkan sebagai pelindung bagi anak perempuan mereka. Sebaliknya bila Anda adalah menantu perempuan,  tunjukkanlah bahwa Anda adalah seorang wanita yang baik, dapat dipercaya,  serta penuh kasih saying dan perhatian bagi anak laki-laki mereka. Tunjukkan pula bahwa Anda  pun menyayangi mereka. Hal ini dapat membantu mengurangi kekhawatiran-kekhawatiran semacam itu.
Komunikasi = silaturrahmi
Komunikasi dan silaturrahmi akan terlaksana apabila terrdapat saling menghargai antgara menantu dan mertuanya. Sebisa mungkin bangunlah pola komunikasi yang terbuka antara Anda dengan orang tua pasangan Anda. Untuk meredam kemungkinan timbulnya salah paham.
Selesaikan setiap permasalahan dengan sistim musyawarah dan kekeluargaan. Nyatakanlah pendapat Anda secara jelas dan penuh kesantunan. Berusahalah untuk menyelami hal-hal yang menjadi keprihatinan mereka.Secara aktif mintalah saran dan nasihat dari mereka, belajarlah dari pengalaman dan kebijaksanaan mereka. Hal ini akan membantu mereka untuk merasa lebih dihargai.
Inilah inti dari komunikasi dan silaturrahmi.
Menyesuaikan diri
Bagi sebagian orang tua, penyesuaian diri terhadap adat istiadat merupakan hal yang penting. seorang menantu yang bijak dalam menyesuaikan diri di lingkungan keluarga mertua akan mendapakan penilaian tersendiri dimata mertuanya. Dengan menyesuaikan diri dengan kebiasaan keluarga pasangan kita berarti kita menghargai  pasangan kita beserta keluarganya sekaligus.
Dengan begitu peluang kita untuk diterima dengan baik di keluarga tersebut akan terbuka lebar. Langkah untuk menyesuaikan diri pun akan semakin mudah karena kita telah dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Sebenarnya masih banyak cara yang bisa kita terapkan untuk menjalin hubungan baik dengan mertua dan keluarga besarnya. Hubungan baik yang terljalin akan memberikan dampak yang baik bagi anda dan pasangan anda juga bagi anak-anak anda.

Salam hangat dari kami.